Ilmu adalah usaha-usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berpikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Bila dilihat dengan kenyataan yang terjadi di dunia, para pelajar sebenarnya sudah bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, hanya saja beberapa diantaranya tidak mendapatkan manfaat ilmu itu sendiri. Manfaat ilmu yang dimaksud yaitu berupa pengalaman dari ilmu tersebut dan menyebarkannya. Mengapa demikian? Hal tersebut terjadi karena cara mereka menuntut ilmu bisa jadi keliru, dan juga mereka tidak memperhatikan syarat-syarat dalam menuntut ilmu itu sendiri. Maksud keliru dalam hal ini yaitu bisa jadi disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya, tidak mengetahui hakekat ilmu itu sendiri, niat yang salah, tidak menghormati ilmu, dan tidak bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu. Hal-hal semacam itu sering tidak disadari oleh mereka yang sedang mencari ilmu. Mereka tidak pernah menyadari atau bahkan seringkali secara tidak sengaja melakukan hal-hal yang bisa membuat ilmu itu tidak bermanfaat. Untuk mengetahui penjelasan lebih lanjut penulis akan memberikan penjelasan berdasarkan kitab Ta’lim Muta’allim karya Syeikh Az Zarnuji, tetapi sebelumnya mari kita beri hadiah fatihah untuk beliau yang telah mengarang kitab yang semoga membawa manfaat bagi kita semua. Aamiin (Alfatihah)

Kitab Ta’lim Muta’allim merupakan salah satu kitab karya Syeikh Az Zarnuji,  arti dari kitab Ta’lim Muta’lim adalah belajar dan mengajar dimana di dalamnya berisi seluruh penjelasan mengenai belajar dan mengajar. Dalam kitab Ta’lim Muta’allim terdapat tiga belas fasal yang diterangkan yaitu sebagai berikut.  Pertama, menerangkan hakekat ilmu, hukum mencari ilmu, dan keutamaannya. Kedua, niat dalam mencari ilmu. Ketiga, cara memilih ilmu, guru, teman, dan ketekunan. Keempat, cara menghormati ilmu dan guru. Kelima, kesungguhan dalam mencari ilmu, beristiqamah, dan cita-cita yang luhur. Keenam, ukuran dan urutan. Ketujuh, tawakal. Kedelapan, waktu belajar ilmu. Kesembilan, saling mengasihi dan saling menasehati. Kesepuluh, mencari tambahan ilmu pengetahuan. Kesebelas, bersikap wara ketika menuntut ilmu. Kedua belas, hal-hal yang dapat menguatkan hafalan, dan melemahkannya. Ketiga belas, hal-hal yang mempermudah datangnya rizki, dan hal-hal yang dapat memperpanjang, dan mengurangi umur.

Fasal satu menerangkan hakekat ilmu, hukum mencari ilmu, dan keutamaannya. Rasulullah bersabda : “Menuntut ilmu wajib bagi muslim laki-laki dan muslim perempuan”. Dari penjelasan tersebut dapat dilihat bahwa menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban, di mana baik laki-laki maupun perempuan harus mencari ilmu untuk bekal dia di dunia dan akhirat. Menuntut ilmu tidak hanya terbatas dalam ilmu pengetahuan saja, tetapi yang lebih utama justru ilmu agama dan ilmu yang menerangkan cara bertingkah laku atau bermuamalah dengan sesama manusia. Artinya, selain ilmu pengetahuan, ilmu agama dan ilmu yang menerangkan cara bertingkah laku sesama manusia juga sama pentingnya. Setiap orang islam wajib mempelajari/mengetahui rukun maupun shalat amalan ibadah yang akan dikerjakannya untuk memenuhi kewajiban tersebut. Karena sesuatu yang menjadi perantara untuk melakukan kewajiban, maka mempelajari wasilah/perantara tersebut hukumnya wajib. Ilmu agama adalah sebagian wasilah untuk mengerjakan kewajiban agama. Maka, mempelajari ilmu agama hukumnya wajib. Misalnya ilmu tentang puasa, zakat bila berharta, haji jika sudah mampu, dan ilmu tentang jual beli jika berdagang. Muhammad bin Al-Hasan pernah ditanya mengapa beliau tidak menyusun kitab tentang zuhud, beliau menjawab, “aku telah mengarang sebuah kitab tentang jual beli.” Maksud beliau adalah yang dikatakan zuhud ialah menjaga diri dari hal-hal yang subhat (tidak jelas halal haramnya) dalam berdagang. Selanjutnya yaitu ilmu yang menerangkan cara bertingkah laku atau bermuamalah dengan sesama manusia. Ilmu yang dimaksud disini adalah ilmu yang mengatur dan mengajarkan bagaimana cara menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain sehingga hubungannya dengan sesama manusia dapat terjalin dengan baik.

Ilmu sangat penting karena ilmu dapat dijadikan sebagai perantara atau sarana untuk bertaqwa, dengan taqwa inilah manusia menerima kedudukan terhormat di sisi Allah Swt dan keuntungan yang abadi. Seperti yang dikatakan Muhammad bin Abdullah dalam syairnya “Belajarlah! Sebab ilmu adalah penghias bagi pemiliknya dan sebuah keutamaan serta pertanda setiap perkara yang terpuji. Jadikan hari-harimu untuk menambah ilmu. Dan berenanglah di lautan ilmu yang berguna. Belajarlah ilmu agama, karena ia adalah ilmu yang paling unggul. Ilmu yang dapat membimbing menuju kebaikan dan taqwa, ilmu paling lurus untuk dipelajarai. Dialah ilmu yang menunjukkan kepada jalan yang lurus, yakni jalan petunjuk. Yang dapat menyelamatkan manusia dari segala keresahan. Karena sesungguhnya seorang ahli ilmu agama yang wara’ lebih berat bagi setan daripada menggoda seribu ahli ibadah tapi bodoh.” Sudah sangat jelas, bahwa menuntut ilmu itu akan mendatangkan manfaat yang sangat banyak dan dapat menyelamatkan pemiliknya atau sang pencari ilmu dari kesesatan.  

Demikian ulasan sedikit mengenai kitab Ta’lim Muta’allim, dapat disimpulkan dalam fasal satu ini bahwa mencari ilmu hukumnya wajib, yang diwajibkan bukan hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga ilmu agama dan ilmu cara bertingkah laku atau bermuamalah dengan sesama manusia. Semoga penjelasan di atas membawa manfaat bagi penulis maupun pembaca. Penjelasan mengenai ulasan kitab Ta’lim Muta’allim tidak hanya selesai sampai di sini saja, kita akan berjumpa dalam penjelasan-penjelasan fasal kitab Ta’lim Muta’allim dalam tulisan berikutnya. Salam hangat dari penulis untuk kalian semua yang tengah sama-sama berjuang melawan corona. Salam literasi.

Tegal, 25 April 2020 tertanda Hanana Fairuz Nichlah.

https://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu
Az-Zarnuji, Syeikh. 2009. Terjemah Ta’lim Muta’allim. Surabaya : Mutiara Ilmu.
Islamidia.com